
Meraih gelar Winner dalam ajang National Public Speaking Competition menjadi impian besar bagi banyak mahasiswa yang ingin mengembangkan kemampuan public speaking. Namun, rasa ragu karena merasa berasal dari jurusan yang tidak relevan sering kali menghentikan langkah sebelum sempat memulai. Menariknya, seorang mahasiswi dari Universitas Padjadjaran justru membuktikan bahwa latar belakang jurusan bukan halangan untuk bersinar di panggung nasional.
Nabila Nurul’Aini, mahasiswi Jurusan Statistika angkatan 2025 di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unpad. Perempuan yang akrab disapa Abil ini sukses meraih gelar
Bronze Winner dalam ajang National Public Speaking KOFESSE 2025 yang diselenggarakan di Universitas Tarakanita.
Awal Berpikir untuk Mencoba Lomba Public Speaking
Keinginan kuat untuk mencoba tantangan baru menjadi motivasi bagi Abil sejak awal masuk kuliah. Ia sebenarnya sudah menaruh ketertarikan pada dunia public speaking sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Saat melihat informasi mengenai lomba KOFESSE 2025, ia langsung merasa ini adalah momen yang tepat dan memantapkan diri untuk langsung mendaftar. Bagi Abil, selama kita berani mencoba, kita pasti akan mendapatkan hasil yang terbaik. Prinsip ‘hasil terbaik’ itu tidak selalu soal membawa pulang piala atau menjadi nomor satu, melainkan tentang kepuasan dan pelajaran berharga yang kita dapatkan dari sebuah kerja keras yang maksimal.
Strategi Manajemen Waktu Kuliah dengan Persiapan Lomba
Menjalani perkuliahan di FMIPA yang padat dengan analisis data, menuntut konsistensi serta ketelitian yang tinggi. Namun, Abil membuktikan bahwa manajemen waktu yang disiplin dan matang adalah kunci utama untuk menyeimbangkan keduanya.
“Tips dari aku untuk mengelola waktu adalah dengan membuat planning harian tentang apa saja yang bakal aku lakukan di hari itu agar tidak ada hal penting yang terlewat.” Uniknya, semua rencana itu Abil catat di WhatsApp (bisa lewat fitur Chat-with-Yourself). Karena aplikasi yang paling sering dan pasti Abil buka setiap hari adalah WhatsApp, jadi target hariannya selalu terpantau dengan mudah.
Selain persiapan lomba seperti pembuatan script dan latihan, kunci time management yang baik adalah menyicil dari jauh-jauh hari sebelum deadline. Dengan persiapan tersebut, konsistensi nilai akademik tetap terjaga dan persiapan lomba pun tetap bisa berjalan secara maksimal.
Perjuangan Menyusun Script dan Latihan Mandiri
Proses untuk mencapai podium juara tentu tidak dilalui Abil dengan instan. Tahap persiapan ini justru menjadi pengalaman paling berkesan sekaligus menjadi tantangan terbesarnya.
Langkah awal perjuangannya dimulai dari menyusun script pidatonya secara mandiri dari nol. Di tengah penyusunan script, tantangannya terasa berlipat ganda karena kompetisi nasional ini menggunakan bahasa inggris penuh (full English) dan teks yang harus dipersiapkan pun sama sekali tidak pendek. Namun, ia berusaha untuk menyusun kata-katanya dengan baik supaya maknanya benar-benar sampai dengan baik ke audiens dan juri.
Setelah script pidato selesai, fokus berikutnya adalah menghafal dan melatih cara penyampaian pesan (delivery). Proses latihan mandiri ini terus ia lakukan berulang kali hingga ia merasa sudah siap untuk hari perlombaan. Ia secara detail mematangkan
pelafalan (pronunciation), melatih gestur tubuh yang natural, hingga mengontrol ekspresi wajah secara presisi.
Persiapan yang matang sejak awal memberikan keuntungan tersendiri, Abil memiliki banyak waktu luang untuk melakukan evaluasi mandiri. Dengan begitu, Abil bisa tampil dengan maksimal dan tenang di hari-H perlombaan.
Pesan dari Abil untuk ‘The Next Champions’
Melalui pengalamannya, Abil ingin meruntuhkan stigma minder yang sering kali menghantui anak muda. Banyak mahasiswa takut untuk mendaftar perlombaan karena merasa kapasitas dirinya belum sehebat orang lain. Padahal, ajang kompetisi itu bukan hanya mencari siapa yang paling pintar, melainkan siapa yang paling berani mencoba dan konsisten berproses.
Ia berpesan agar jangan pernah merasa ‘belum cukup’ untuk memulai. Mulailah untuk mengenali potensi unik yang ada di dalam diri sendiri tanpa harus terobsesi menjadi orang lain. Setiap langkah besar selalu dimulai dari sebuah keputusan kecil untuk berani mencoba.
Kalau kalian ngga pernah berani mencoba, maka peluang keberhasilannya adalah mutlak 0%. Tapi dengan keberanian untuk maju dan mencoba, peluang berhasil itu selalu ada. Karena itu, dalam setiap prosesnya selalu iringi dengan doa seperti yang selalu Abil pegang, “Usaha tanpa doa itu sombong, dan doa tanpa usaha itu bohong” Ucapnya.
Meta Description: Ikuti kisah sukses Nabila, mahasiswi Statistika Unpad yang sukses menyabet juara di lomba public speaking nasional di Universitas Tarakanita.
Keyphrase: Lomba Public Speaking
Written by: Alya Neysa Putri
E-mail: [email protected]




