FMIPA Go Green : Dari Krisis Sampah Menuju Kampus Berkelanjutan

 

Dalam rangka mendukung terciptanya lingkungan kampus yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Padjadjaran (Unpad) meluncurkan program FMIPA Go Green. Program ini hadir sebagai bentuk tanggung jawab sivitas akademika dalam mengurangi beban Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) Ciparanje sekaligus mendorong perubahan perilaku ramah lingkungan di kalangan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.

   

Pada tahun 2025, mahasiswa Unpad diperkirakan menghasilkan timbunan sampah 17,4 ton per hari. Angka ini jauh melebihi kapasitas TPS3R Ciparanje yang hanya mampu mengolah 5-6 ton per hari. Sementara itu, FMIPA di tahun yang sama dengan populasi mahasiswa 2.828 orang, dengan 175 dosen dan 136 tenaga kependidikan, berpotensi menghasilkan sampah 1,5 ton per hari.

Kondisi semakin kompleks karena sampah yang dihasilkan masih tercampur, sehingga proses pengolahan membutuhkan biaya lebih mahal dan teknologi yang lebih rumit. Untuk mengurai masalah ini, penanganan sampah dapat dimulai dengan membuang sampah secara terpilah. Oleh karena itu, tujuan awal FMIPA Go Green difokuskan pada upaya mendorong perubahan perilaku intrinsik sivitas akademika dalam memilah dan mengurangi sampah sejak dari sumbernya. Langkah sederhana ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menekan beban TPS3R Ciparanje.

Program FMIPA Go Green meliputi penyediaan tempat sampah terpilah (organik, anorganik, dan residu) yang dilengkapi label dan deskripsi jenis sampah. Penggunaan label ini diharapkan membantu setiap civitas dalam membedakan jenis sampah. Selain itu, label pada tempat sampah dilengkapi kode QR yang diarahkan ke laman website FMIPA Unpad yang berisi daftar jenis sampah secara rinci. Untuk mendukung pemahaman civitas mengenai kategori sampah, program FMIPA Go Green juga menyediakan poster dan video edukasi. Poster ditempel di dekat tempat sampah, sedangkan video didistribusikan ke setiap departemen di FMIPA Unpad.

     

Hasil uji coba penerapan sistem tempat sampah terpilah di Departemen Biologi, Geofisika, Kimia, dan Matematika menunjukkan bahwa sampah anorganik adalah sampah paling besar jumlahnya. Hal ini memberikan informasi bahwa Unpad memerlukan jumlah atau volume tempat sampah yang lebih besar. Hasil uji coba juga dilengkapi skor pemilahan sampah, yang hasilnya belum maksimal. Oleh karena itu, sinergi antara seluruh civitas mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan sistem tata kelola perlu terus dioptimalkan secara berkelanjutan agar pemilahan sampah terlaksana dengan baik dari sumbernya.

   

   

Lebih jauh lagi, tujuan lanjutan FMIPA Go Green adalah mendorong penelitian-penelitian inovatif terkait pengolahan sampah domestik menjadi produk bernilai ekonomi. Dengan semangat kolaborasi dan riset multidisiplin, FMIPA berkomitmen untuk menghadirkan solusi nyata dalam pengelolaan sampah berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).