Perkuat Inovasi Bio-Sains, FMIPA Unpad Inisiasi Kerjasama Pengelolaan Sampah Terintegrasi di Pasar Induk Caringin

BANDUNG, 7 Juli 2026 – Dalam upaya mencari solusi konkret atas kondisi “Bandung Darurat Sampah,” jajaran pimpinan dan pakar dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Padjadjaran (Unpad) melakukan kunjungan resmi ke Pusat Industri Pengolahan Sampah Pasar Induk Caringin, Kota Bandung, pada Selasa (7/7/2026) Kunjungan ini bertujuan untuk menginisiasi kerjasama strategis dalam manajemen pengelolaan sampah berbasis inovasi teknologi dan sains.

Rombongan dipimpin langsung oleh Dekan FMIPA Unpad, Prof. Dr. Desi Harneti Putri Huspa, M.Si., didampingi oleh Manajer Riset, Inovasi, Kerjasama, Kemitraan dan Alumni, Prof. Jamaludin Al-Anshori, M.Sc., Ph.D. Turut hadir tim ahli lintas disiplin yang terdiri dari Prof. Dr. Iman Rahayu, M.Si. (Departemen Kimia), Prof. Dr. Ratu Safitri, M.Si. (Departemen Biologi), Dr. Sahrul Hidayat, M.Si. (Departemen Fisika), serta Prof. Dr. Ir. H. Iman Hernaman, M.Si., IPU dari Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan Unpad.

Inovasi Lokal Menuju Solusi Nasional Pasar Induk Caringin saat ini menjadi pionir dalam pengelolaan sampah mandiri dengan teknologi “Biotech” yang mampu mengolah sekitar 40 ton sampah per hari. Pengelolaan yang dilakukan oleh Badan Pusat Pedagang Pasar Induk Caringin (BP3C) bersama mitra teknologi ini berhasil mengubah 90% sampah organik menjadi produk bernilai ekonomi, dengan residu hanya sebesar 10%

Produk-produk unggulan yang dihasilkan meliputi:
Silase (Pakan Ternak) Telah mendapatkan sertifikasi uji laboratorium dari Universitas Padjadjaran dan kini mulai dipasarkan ke peternak di wilayah Subang dan Pangalengan, Bioetanol Dihasilkan dari limbah cair (lindi) sayuran dan buah-buahan, Pupuk Organik Cair (POC) Untuk mendukung sektor pertanian, Briket Biochar Memiliki nilai kalori di atas 5.000 kalori sebagai energi alternatif pengganti batu bara.

Sinergi Akademisi dan Praktisi Dekan FMIPA Unpad, Prof. Desi Harneti, mengapresiasi langkah nyata pengelola Pasar Caringin yang telah menerapkan prinsip ekonomi sirkular. Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat tata kelola kolaboratif (collaborative governance) antara akademisi, pengelola pasar, dan pihak swasta dalam menyelesaikan masalah lingkungan perkotaan secara berkelanjutan.

Keterlibatan pakar dari berbagai departemen di FMIPA Unpad diharapkan dapat memberikan sentuhan riset mendalam untuk optimalisasi kadar bioetanol, standarisasi nutrisi pakan, hingga efisiensi mesin pengolah melalui pendekatan fisika dan kimia. Sebelumnya, pihak pengelola juga telah mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat regulasi dan membantu membangun ekosistem pasar bagi produk hasil olahan sampah ini.

“Kami butuh teknologi tepat guna yang cepat dan dukungan akademisi untuk memastikan produk kami memenuhi standar industri dan pasar,” tegas pengelola sampah pasar caringin dalam berbagai diskusi sebelumnya.

Dengan inisiasi kerjasama ini, FMIPA Unpad berkomitmen untuk menjadikan Pusat Pengolahan Sampah Pasar Caringin sebagai laboratorium lapangan dan model percontohan nasional bagi pengelolaan sampah pasar tradisional di Indonesia, sejalan dengan harapan Menteri Lingkungan Hidup.