Universitas Padjadjaran Unpad

Berita

Sinergi Kubis Merah dan Kulit Buah Naga, Tim PKM-RE FMIPA Unpad Kembangkan Terapi Cerdas Ulkus Diabetikum

31/08/2026 — oleh humas_fmipa

SUMEDANG,  – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Universitas Padjadjaran berhasil mengembangkan inovasi sediaan medis modern berupa Smart Bilayer Hydrogel. Sediaan pembalut luka cerdas (smart wound dressing) ini dirancang khusus untuk mendeteksi infeksi secara visual sekaligus mempercepat penyembuhan luka kronis pada penderita diabetes (ulkus diabetikum).

Riset inovatif ini digawangi oleh Muh. Bintang Putra Utama Ladwan sebagai ketua tim, di bawah bimbingan dosen pendamping Prof. Dr. Tati Herlina, M.Si. Pengembangan Hidrogel ini didasari oleh tingginya risiko amputasi pada penderita ulkus diabetikum akibat infeksi bakteri pembentuk biofilm yang sulit dideteksi secara dini.

Bintang menjelaskan bahwa sediaan hidrogel ini mengusung konsep zero-waste sekuensial yang memanfaatkan sisa kulit buah naga lokal. Matriks hidrogel berbasis pektin dikombinasikan dengan ekstrak betasianin dari sisa kulit buah naga merah, serta ekstrak antosianin dari kubis merah sebagai agen sensor.

“Hidrogel ini memiliki struktur dua lapisan (bilayer). Lapisan atas memanfaatkan sifat halokromik antosianin kubis merah yang sensitif terhadap perubahan pH luka sebagai indikator visual adanya infeksi bakteri. Sementara itu, lapisan bawah berfungsi sebagai agen terapi antimikroba,” ujar Bintang.

Keunggulan utama dari hidrogel ini terletak pada mekanisme pH-triggered burst release. Ketika luka mengalami infeksi, pH lingkungan luka akan bergeser menjadi basa (pH sekitar 8,0). Kondisi basa ini memicu deprotonasi gugus karboksilat pada matriks pektin, menyebabkan rantai polimer hidrogel merenggang dan melepaskan betasianin secara cepat (burst release) untuk menghancurkan biofilm bakteri penginfeksi.

Validasi riset ini diperkuat dengan pengujian komprehensif di laboratorium. Karakterisasi menggunakan Fourier-Transform Infrared (FTIR), Scanning Electron Microscopy (SEM), X-ray diffraction (XRD), selain itu pengujian juga dilakukan secara in silico, in vitro dan ex vivo.

 “Harapan kami sederhana: semoga riset ini tidak berhenti di meja laboratorium saja, melainkan dapat menjadi langkah awal lahirnya produk pembalut luka cerdas asli karya anak bangsa yang mampu meminimalkan komplikasi amputasi dan meningkatkan kualitas hidup jutaan penyandang diabetes di Indonesia,” tutup Bintang penuh harap

Konsultasi