Perkembangan Kasus Covid-19
Kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat dari peringkat 25 dunia (Worldometer,12/7/2020) menjadi peringkat 23 (Worldometer,2/8/2020). Perkembangan penularan mingguan, dimulai pada minggu pertama, 1 Maret-7 maret sebanyak 4 kasus positif lalu melonjak tak terkendali pada minggu ke 19 (5/7 – 11/7/2020) ke angka 11.876 kasus baru dan pada minggu ke 22 ( dari tanggal 26/07/2020 sampai dengan tanggal 01/08/2020) naik ke angka 12.650. Secara lengkap potret pergerakan kasus baru Covid-19 dalam perioda mingguan disajikan pada grafik di bawah ini (diolah daeri Worldometer). Grafik mingguan di bawah mempertegas tren kenaikkan tajam dari pertumbuhan kasus baru di Indonesia. Dimulai pada minggu pertama (1 Maret-7 maret) tercatat 4 kasus terkonfirmasi (Worldometer) dan jumlah kasus baru terkonfirmasi melambung tak terkendali pada minggu ke 18 (28//6 – 4/7 /2020) yang berjumlah sebanyak 9330 kasus baru dan meroket tinggi ke angka 12.650 kasus baru pada minggu ke 22 (26/07/2020 sampai dengan 01/08/2020. Pergerakan kasus baru terkonfirmasi mingguan tidak pernah turun lagi secara signifikan. Hal ini berarti gelombang pertama belum usai karena tidak terjadi penurunan nyata dalam perioda waktu yang signifikan malah tren kasus baru terus meningkat. Peningkatan jumlah kasus baru tersebut dikahwatirkan pada suatu titik akan membobol kapasitas rumah sakit. Jadi jangankan gelombang ke-2, Indonesia bahkan belum menyelesaikan gelombang pertama, Indonesia masih melakukan pendakian di lereng terjal. Gelombang pertama berakhir jika sudah terjadi penurunan kasus baru secara monoton dan signifikan dalam serangkaian perioda waktu yang meyakinkan.

Perkembangan kasus Covid-19 Indonesia dari tanggal 26 Juli – 2 Agustus 2020 Indonesia menduduki peringkat 6 Asia pada fatality rate dan pada 2 Agustus memburuk dari peringkat 9 ASEAN ke peringkat 10 untuk recovery rate, demikian juga untuk total kasus memburuk dari peringkat 9 Asia pada 26 Juli menjadi peringkat 8 pada 2 Agustus dan sudah jauh meninggalkan China sebagai negara awal episentrum peneyebaran Korona (Worldometer).

Prediksi total kasus dan kasus aktif
Sampai kapan hal buruk ini akan terus berlangsung ? Hal ini memerlukan prediksi dengan akurasi yang terjaga. Penulis ingin berkontribusi dengan misi menyampaikan notifikasi kepada pemerintah berupa prediksi total kasus dan kasus aktif dalam perioda 2 minggu ke depan. Hasil prediksi diharapkan membuat pemerintah mempersiapkan program preventif sehingga tidak terjadi penolakan pasien Covid-19. Prediksi juga berfungsi sebagai cermin wajah efektifitas kebijakan serta daya cengkram rem Gugus Tugas dalam menghentikan penularan Korona. Sisi lain dari cermin ini adalah potret kepatuhan atau sikap permisif masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.
Proses prediksi
Secara sederhana proses prediksi kasus Covid-19 dilakukan dengan menempuh proses:1.Setiap minggu dikumpulkan data dari 183 negara yang mengalami kasus Covid-19. Ada 4 sumber data yang digunakan untuk cek-silang, WHO, John Hopkins University, Worldometer dan Wikipedia.2. Dibentuk format data mingguan dengan arah pergerakan yang lebih mudah dikenali daripada harian.Mutu data dicek menggunakan diagram kendali untuk memeriksa anomali dan melakukan koreksi terhadap error. 3. Mengembangkan computer programming untuk memproleh koefisien Autoregression. Model Autoregression ini tepat digunakan karena perilaku manusia highly autoregressive alias sulit mengubah kebiasaan. Model yang diperoleh divalidasi dengan melihat keberlakuannya dibanyak negara. Model ini dievaluasi setiap minggu menggunakan data terakhir untuk memperbaiki presisi prediksi. Model autoregressive terbukti memiliki presisi dan akurasi yang baik dalam memprediksi angka kasus Covid-19.Tercatat sudah 9 kali data aktual berada dalam kisaran prediksi. Prediksi dilakukan setiap minggu, terhitung sejak 31 Mei 2020.

Prediksi kasus Covid-19 26 Juli – 8 Agustus
Pada minggu ke 23 yaitu 2 Agustus – 8 Agustus diprediksi total kasus positif akan berada pada kisaran 118.079 – 126.847 kasus positif sedangkan kasus Aktif akan mencapai kisaran 31.007 – 47.013 kasus. Diberikan juga prediksi pergerakan kasus Korona pada minggu ke 24, yaitu 9 – 15 Agustus yang akan tejadi pada rentang 126.262 – 143.842 untuk total kasus dan pada rentang 24.228 – 50.048 untuk kasus aktif.
Memaknai hasil prediksi
Apakah prediksi ke-10 pada minggu ke 23 ini akan benar lagi? Tentu saja,YA, walaupun tidak dengan keyakinan 100% karena statistik bekerja di bawah keyakinan 100%. Masyarakat belum berubah. Kami tidak akan memperoleh angka prediksi tersebut jika kebiasaan masyarakat telah berubah karena model prediksi ini merekam kebiasaan masyarakat. Angka prediksi menjadi cermin efektifitas kebijakan pemerintah dengan gugus tugasnya serta perilaku masyarakat yang belum keluar dari kebiasaan zona nyamannya.Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan karena prediksi menginformasikan pandemi Covid-19 di Indonesia masih terus berlanjut tidak terkendali untuk dua minggu ke depan.Sekarang bola panas berada di tangan pemerintah-Satuan Tugas. Hasil prediksi kasus aktif Covid-19 bersifat strategis dan layak ditanggapi serius oleh pemerintah dan masyarakat mengingat prestasi presisi-akurasi yang telah dicapai. Efektifitas kebijakan akan tercermin dari angka total kasus aktual yang lebih kecil daripada batas bawah prediksi 8 Agustus. Masyarakat perlu lebih serius menjalankan protokol kesehatan dalam menjalankan rutinitasnya.Jika presiden memberikan batas waktu 2 minggu untuk seorang gubernur maka prediksi ini merupakan tantangan Satuan Tugas untuk membuat kebijakan agar total kasus Covid-19 berada di bawah 118.079 total kasus pada 8 Agustus 2020 atau, JUMLAH KORBAN COVID-19 DI INDONESIA AKAN TERUS MEROKET.
Rilis oleh: Yuyun Hidayat, PhD.




