
Deskripsi kegiatan:
Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) dalam kegiatan “Unpad Bermanfaat” diselenggarakan di Desa Cihampelas Kabupaten Bandung Barat. Ada dua kegiatan yang dilaksanakan, yaitu Pendampingan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat di Desa Cihampelas dan Biokonversi Sampah Organik Menggunakan Magot di Wilayah Desa Cihampelas. Kegiatan telah dilaksanakan dalam kurun waktu 2 tahun sejak tahun 2023. Kegiatan ini bermitra dengan Yayasan Bening Saguling Foundation (BSF) yang merupakan Yayasan sebagai Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R).
Pada kegiatan ini Departemen Matematika berkontribusi dalam hal melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang baik dan dampaknya terhadap lingkungan serta pelatihan pengolahan sampah rumah tangga kepada masyarakat tentang pentingnya mengelola sampah untuk menghasilkan lingkungan yang bersih. Kegiatan ini melibatkan tokoh masyarakat, kader lingkungan, dan peserta lainnya yang akan menyebarluaskan informasi tersebut di tingkat desa. Dalam kegiatan ini Departemen Matematika menfasilitasi penambahan perahu dan penambahan rak biopond, serta mesin pengayak magot untuk BSF guna mendukung kelancaran BSF sebagai TPS3R.
Latar belakang kegiatan:
Pengelolaan sampah rumah tangga yang belum baik, sehingga mencemari lingkungan. Pengelolaan sampah organik di desa-desa masih menjadi salah satu tantangan utama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Sampah organik, yang seringkali dibuang begitu saja tanpa pengolahan lebih lanjut, memiliki potensi besar untuk diubah menjadi sumber daya yang bernilai, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun untuk dijadikan bahan baku industri. BSF telah melakukan pengelolaan sampah baik organik maupun anorganik dalam jumlah besar. Salah satu metode inovatif yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan ini adalah biokonversi sampah organik menggunakan magot. Magot (larva dari lalat Black Soldier Fly, Hermetia illucens) diketahui memiliki kemampuan luar biasa dalam mengurai sampah organik, terutama limbah organik rumah tangga. Melalui proses ini, sampah organik dapat diubah menjadi pupuk organik berkualitas tinggi, pakan ternak, dan bahkan produk-produk lainnya yang bernilai ekonomi. Sampah organik yang dikelola oleh BSF kian hari kian bertambah banyak, sehingga membutuhkan banyak rak biopond sebagai wadah magot dalam mengurai sampah organik. Demikian pula dengan teknik memanen magot. Selama ini pegawai BSF memanen magot dengan cara mengayak/menyaring secara manual sehingga membutuhkan waktu yang lama. Selain itu, BSF juga telah melakukan pembersihan Sungai Citarum dari sampah anorganik dan enceng gondok. Hanya saja masih terkendala dengan jumlah perahu masih sedikit sehingga proses pengambilan sampah di sungai Citarum berjalan pelan. Terkait hal ini, dibutuhkan fasilitas pengadaan rak biopond, mesin pengayak magot, dan perahu untuk pengambilan sampah di Sungai Citarum.
Tujuan kegiatan :
- Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga secara efektif dan ramah lingkungan dan Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang biokonversi sampah organik menggunakan magot sebagai solusi pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan produktif.
- Memberikan pelatihan praktis kepada masyarakat tentang cara mengolah sampah rumah tangga menjadi produk yang bernilai ekonomi, seperti pupuk kompos dan kerajinan tangan dari bahan daur ulang.
- Meningkatkan pendapatan masyarakat dengan memanfaatkan sampah sebagai sumber daya ekonomi melalui produk yang dapat dijual dan pupuk kompos dari hasil pengolahan sampah organik menggunakan magot.
- Mendorong terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat melalui pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan.
- Memberikan pelatihan mengenai cara budidaya Magot
- Pembuatan Produk dari Magot seperti pupuk kompos yang dihasilkan dari limbah sisa magot dan pakan ternak yang bergizi. Produk-produk ini diharapkan dapat dipasarkan kepada petani dan peternak lokal sebagai tambahan pendapatan.
Hasil / harapan kegiatan :
Hasil kegiatan:
- Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat Desa Cihampelas terkait dengan pentingnya pengelolaan sampah dan peserta pelatihan di Desa Cihampelas berhasil menguasai teknik dasar dalam budidaya magot dan pengolahan sampah organik. Lebih dari 80% peserta pelatihan menyatakan siap untuk menerapkan cara-cara yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
- Sebagian besar peserta telah berhasil mengolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos yang bermanfaat untuk kebun dan pertanian lokal. Selain itu, mereka juga berhasil memanfaatkan sampah plastik dan bahan-bahan lain untuk membuat kerajinan tangan yang memiliki nilai jual.
- Sebagian warga desa yang terlibat dalam program ini mulai menjual produk pupuk kompos dan kerajinan tangan. Hal ini memberikan tambahan pendapatan bagi mereka, yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada sumber daya lain yang lebih terbatas.
- Lingkungan yang lebih bersih; Dengan adanya kesadaran baru ini, sampah rumah tangga yang sebelumnya mencemari lingkungan kini dapat dikelola dengan lebih baik. Proses pengelolaan sampah yang dilakukan secara rutin oleh masyarakat desa telah berkontribusi pada kebersihan lingkungan dan pengurangan tumpukan sampah yang tidak terkelola.
- Telah dihasilkan rak biopond sebagai media untuk magot dalam mengurai sampah organik dengan skala cukup besar.
- Telah dihasikan mesin pengayak magot yang mempercepat proses pengayakan dalam jumlah besar.
Harapan:
Untuk meningkatkan keberlanjutan program ini, disarankan agar:
- Fasilitas dan alat yang lebih memadai untuk mendukung proses pengolahan sampah yang lebih efisien.
- Diperlukan penyediaan fasilitas dan alat yang lebih baik agar proses budidaya magot lebih efektif
- Peningkatan dukungan dari pihak pemerintah desa dan lembaga terkait lainnya dalam bentuk bantuan peralatan, pelatihan lanjutan, dan promosi produk.
Perluasan jaringan pemasaran agar produk hasil olahan sampah dapat dijangkau oleh pasar yang lebih luas, baik melalui pameran, pasar lokal, maupun platform digital.
*(Photo Kegiatan ) :





Penulis berita : (Firdaniza)
Senin, 5 Mei 2025




