

Sumedang – Sebagai bentuk penerapan pembelajaran yang memadukan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa angkatan 2022 dari Program Studi Geofisika yang tengah menempuh mata kuliah wajib Projek Geofisika untuk Masyarakat (PGM), melaksanakan kegiatan di Desa Sukasari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang. Dalam kegiatan ini, para mahasiswa turun langsung ke lapangan untuk membantu masyarakat setempat dalam mencari potensi sumber daya air tanah.
Upaya pencarian dan pemetaan potensi air tanah ini tidak hanya bermanfaat secara praktis bagi masyarakat Desa Sukasari, tetapi juga mencerminkan peran nyata mahasiswa dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan. Dalam konteks global, kegiatan ini berkontribusi langsung terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 6 yang menekankan pentingnya ketersediaan dan pengelolaan air bersih serta sanitasi yang berkelanjutan untuk semua. Akses terhadap air bersih merupakan fondasi bagi kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, dan pembangunan ekonomi desa. Di sisi lain, kegiatan ini juga menyentuh aspek SDGs 15, yaitu menjaga ekosistem darat melalui pemanfaatan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
Program Studi Geofisika melalui mata kuliah Projek Geofisika untuk Masyarakat (PGM) tidak hanya menjadi ruang belajar tentang konsep dan teknik geosains, tetapi juga menjadi wadah pembentukan kepekaan sosial dan tanggung jawab profesional mahasiswa terhadap isu-isu yang dihadapi masyarakat. Mahasiswa tidak sekadar diajak untuk memahami teori tentang geofisika, melainkan juga untuk turun langsung ke lapangan, merespons kebutuhan riil warga, dan menyusun solusi berbasis data ilmiah. Inilah yang menjadikan PGM sebagai salah satu mata kuliah strategis dalam membekali mahasiswa dengan kompetensi teknis sekaligus nilai-nilai pengabdian yang selaras dengan agenda pembangunan global.
Dosen pengampu mata kuliah PGM, menyampaikan bahwa keterlibatan langsung mahasiswa dalam proyek berbasis kebutuhan masyarakat ini merupakan langkah penting untuk menumbuhkan empati, keterampilan observasi, serta pemahaman lintas disiplin. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu memahami dan menerapkan ilmu geosains secara nyata untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Selaras dengan profil lulusan Program Studi Geofisika, yaitu menjadi ahli geofisika yang tidak hanya memahami fenomena alam secara geofisika, tetapi juga mampu merancang solusi atas berbagai persoalan kebumian.

Sebanyak 53 mahasiswa, didampingi oleh dosen pengampu melakukan observasi langsung ke lapangan, untuk melakukan investigasi air tanah melalui survei eksplorasi geofisika. Investigasi air tanah dalam ilmu geofisika bertujuan untuk mengungkap struktur bawah permukaan bumi guna mendeteksi kemungkinan adanya air tanah dan mineral pada kedalaman tertentu. Karena keberadaan air tanah tidak tampak langsung dari permukaan, maka diperlukan penerapan sejumlah metode geofisika untuk mengetahui potensi, distribusi, dan sifat-sifatnya secara tidak langsung namun akurat. Pada kegiatan yang berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 25 sampai dengan 27 April 2025 lalu telah digunakan beberapa metode geofisika seperti geolistrik dan geomagnet. Selain itu, mahasiswa juga melakukan pengambilan beberapa sampel tanah dan batuan untuk dikaji sebagai bagian dari studi lingkungan di Desa Sukasari.
Hasil yang didapatkan selama kegiatan, kemudian akan diolah agar menjadi referensi dan rekomendasi untuk pengembangan daerah di Desa Sukasari. Ke depan, diharapkan kajian yang telah disusun bisa dijadikan acuan dalam pembangunan infrastruktur air bersih di Desa Sukasari, serta menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam memecahkan persoalan pembangunan berbasis riset ilmiah.
Penulis berita : Raden Syafiq Tysoni Natadisastra, Raissa
Editor : Kusnahadi Susanto, Ph.D.



