Industri Global dari Kacamata Veadora: Mahasiswi Teknik Elektro

Veadora Yasminingrum atau akrab disapa Dora, adalah seorang mahasiswi Program Studi Teknik Elektro Universitas Padjadjaran angkatan 2021 dengan peminatan di bidang Automasi dan Teknik Biomedis. Saat ini tengah Ia menyelesaikan tugas akhir mengenai pengembangan alat yang digunakan merekam aktivitas listrik jantung yaitu sistem Elektrokardiogram (EKG). Selama studi, Veadora aktif mengikuti berbagai kegiatan untuk mengembangkan diri secara akademik dan profesional, termasuk magang di PT Freeport Indonesia dan Caterpillar, dua perusahaan industri global di bidang pertambangan dan teknologi.

Belajar Langsung di Lapangan: Pengalaman Magang di Industri Global

Dora tidak membatasi pembelajaran hanya di ruang kelas. Sebaliknya, ia memilih untuk aktif mencari pengalaman teknis secara langsung di industri. Salah satu langkah strategisnya adalah mengikuti program magang di industri global yaitu PT Freeport Indonesia dan Caterpillar. Pengalaman ini membekalinya dengan pemahaman teknis yang lebih dalam serta membentuk pola pikir profesional yang kuat.

Selama magang di PT Freeport Indonesia, Dora ditempatkan di pabrik pengolahan hasil tambang, tepatnya di Divisi Concentrating, Departemen Industrial Automation. Di sini, Ia belajar tentang bagaimana proses pengolahan bijih tambang menjadi serbuk tembaga dan emas berlangsung secara otomatis. Ia juga terlibat langsung dalam mempelajari sistem kontrol industri, mulai dari hardware hingga software, termasuk bagaimana memprogram mesin-mesin industri agar berjalan secara efisien. Pengalaman ini memberikan pemahaman praktis mengenai materi yang diajarkan di kelas dengan pengimplementasiannya langsung di lapangan. Dengan kata lain, hal ini menambah pengetahuannya di bidang automasi, sesuai dengan peminatan studinya di Teknik Elektro.

Sementara itu, di Caterpillar, tantangan yang dihadapi sangat berbeda. Ia akhirnya mendapatkan kesempatan untuk mengeksplorasi bidang yang lebih luas, termasuk teknik penambangan, mesin diesel, bahkan aspek bisnis dan pemasaran. Dora berusaha menyerap setiap pelajaran baru yang diberikan. Ia mengakui bahwa awalnya cukup stres, “Stress? Yes. But then my manager comfort me, dia bilang, If you stay in your comfort zone, you’ll never know what you miss.” Dengan demikian, pesan itu menjadi dorongan penting baginya untuk terus berkembang.

Pengalamannya selama magang di kedua industri global tersebut bukan hanya menjadi pencapaian akademik semata, tetapi juga merupakan bentuk nyata kontribusi Veadora terhadap agenda SDGs (Sustainable Development Goals). Dengan mendalami sistem otomasi industri, pengolahan tambang, hingga penggunaan mesin lainnya, mahasiswi Teknik Elektro ini merasa dilibatkan langsung dalam proses modernisasi teknologi yang menjadi tulang punggung infrastruktur masa depan dan dapat menjawab tantangan revolusi industri. 

Mengembangkan Etos Kerja dan Kemandirian Profesional

Lebih dari sekadar mengasah keterampilan teknis, magang di industri global juga membentuk cara berpikir dan sikap profesional Veadora. Ia belajar bahwa sikap dan etika kerja memiliki peran yang sangat penting dalam dunia industri. “Attitude is number one,” katanya. “Wherever you are or how smart you are, sikap sopan santun itu hal utama dan hal pertama yang dinilai dalam dunia kerja.”

Selanjutnya, Dora menilai bahwa lingkungan kerja yang positif juga membentuk pola pikirnya. Ia terinspirasi oleh semangat belajar para karyawan senior yang telah bekerja puluhan tahun, namun tetap memiliki minat mempelajari hal-hal baru. Hal ini memotivasi Dora untuk tidak cepat puas dan terus menantang diri sendiri. Selain itu, mahasiswi Teknik Elektro ini juga mempelajari pentingnya komunikasi yang efektif dan sopan, termasuk penggunaan “tiga kata ajaib” dalam interaksi sehari-hari yang ternyata sangat berpengaruh dalam membangun hubungan kerja yang sehat.

Di sisi lain, sebagai seorang perempuan di bidang teknik yang masih didominasi laki-laki, Dora menyadari bahwa kehadirannya juga membawa pesan tersendiri.  Ia ingin menginspirasi perempuan lainnya untuk mengambil peran aktif di bidang teknologi dan riset sehingga dapat membangun ekosistem yang kolaboratif dan setara.

Mempersiapkan Diri Melalui Perencanaan yang Terstruktur

Dalam setiap proyek atau tugas, Veadora selalu memetakan langkah-langkah yang harus dilakukan dengan membuat vision board. Ia merinci target, daftar prioritas, dan menyusun timeline agar semua proses berjalan lebih sistematis. Kebiasaan ini membantu dia mengambil keputusan yang tepat secara teknis dan menjaga ritme kerja. Tidak hanya dalam proyek magangnya di industri global, pendekatan ini juga diterapkan dalam riset dan tugas-tugas kampus lainnya.

Pengalamannya selama ini membuat Veadora ingin terus berkembang di bidang yang Ia minati, yaitu automasi dan biomedis. Ia berharap kemampuannya dapat menjawab kebutuhan industri dan masyarakat dan tidak hanya berguna dalam konteks akademik saja. 

Sebagai bagian dari generasi muda teknik, Dora percaya bahwa mahasiswa teknik punya peran yang penting untuk akhirnya dapat menjawab teknologi di masa depan. Ia mendorong mahasiswa untuk tidak hanya paham teori, tetapi juga memiliki keberanian untuk mencoba, berinovasi, dan terutama adanya keinginan untuk terlibat langsung dalam kolaborasi yang menghasilkan solusi dan kebermanfaatan bagi masyarakat. 

Melalui perjalanan ini, Veadora menunjukkan bahwa pembelajaran terbaik tidak selalu datang dari ruang kelas. Dengan keterbukaan terhadap tantangan, kemauan untuk belajar, dan sikap profesional, akhirnya mahasiswa dapat memaksimalkan potensinya dan menjawab kebutuhan zaman yang terus berkembang. 

__________________________________________________________________

Penulis Artikel : Lu’lu’ Syarifah Nur’Arifah