[FMIPA] Bagi institusi perguruan tinggi membangun brand adalah sebuah keharusan agar dapat dengan mudah dikenali, memberikan informasi yang jelas dan akurat serta memiliki hubungan langsung dengan sivitas akademika dan masyarakat.

Peserta Pelatihan Pengelolaan Website dan Media Sosial Sebagai Branding Institusi, Jatinangor ,
Rabu 26 Oktober 2022
Dr. Drs. Teddy K Wirakusumah, M.I.Kom. dosen FIKOM Unpad menjelaskan dalam penggunaan media sosial perlu adanya perencanaan. Perencanaan dimulai dari melihat dan menganalisis khalayak, untuk siapa media sosial yang kita buat. Selanjutnya menetapkan tujuan, saluran yang akan dipakai, merancang pesan, membuat pesan, pelaksanaan, dan yang tidak kalah penting adalah evaluasi media sosial yang kita gunakan.
Kalau melihat khalayak, media sosial yang digunakan oleh generasi saat ini adalah iG dan Tik Tok. Buatlah konten media sosial yang menarik dengan jadwal yang kontinu, dan materi konten yang terprogram. Optimalkan penggunaan instastory , pergunakan hashtag yang relevan, dan harus aktif berinteraksi dengan audiens, jelas Dr. Teddy dalam pelatihan pengelolaan website dan media sosial untuk branding institusi, Jatinangor, Rabu 26 Oktober 2022.
“Walaupun paling banyak diakses, tetapi media sosial bukanlah media informasi yang paling dipercaya. Berdasarkan survei, masyarakat justru paling mempercayai televisi sebagai media informasi, dengan proporsi sebanyak 47 prosen responden, kata Yulistyne Kasumaningrum, S.Sos.,M.MkmT. sebagai narasumber ke-2 dalam pelatihan ini. Yulistyne Kasumaningrum, S.Sos.,M.MkmT. merupakan dosen FEB unpad yang juga wartawan di Pikiran Rakyat.
Lebih lanjut Yulistyne menjelaskan teknik peliputan dengan melihat perubahan algoritma google yaitu menggunakan media sosial, dan selanjutnya khalayak akan mengakses website sebagai rumah ke-2.
Dalam pelatihan ini juga dijelaskan bagaimana teknik penulisan website yang baik dan menarik.







