Prodi Geofisika Unpad memperingati Dies Natalis ke-11, acara dilakukan di gedung Geofisika Jatinangor, Kamis (20/1/2022).
Peringatan Dies Natalis tahun 2022 ini dibuka dengan sambutan Ketua Prodi Dr. Irwan Ary Dharmawan, M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan prestasi-prestasi yang diperoleh oleh dosen dan mahasiswa baik secara nasional maupun internasional.
“Kami menyampaikan terimakasih kepada Fakultas MIPA yang memberikan dukungan dan berbagai fasilitas di bidang akademik maupun kemahasiswaan bagi Prodi. Ucapan terimakasih juga kami ucapkan kepada para pendiri Prodi Geofisika, kata Irwan.
Dr. Irwan juga menjelaskan kegiatan Prodi Geofisika antara lain mengadakan seminar internasional diantaranya PEDISGI 2015 dan 2018. Pada masa pandemi Covid-19, Prodi juga melakukan webinar yang narasumbernya adalah alumni Geofisika dengan tujuan membagikan ilmu dan pengalamannya. Mahasiswa Geofisika berhasil menorehkan prestasi dalam PKM dan PIMNAS pada tahun 2021, dan sebanyak 10 proposal mahasiswa Geofisika berhasil dalam program Talenta Inovasi Indonesia 2021 dari Kemdikbud Dikti Ristek. Lulusan geofisika pertama lulus tahun 2015, alumni Geofisika banyak bekerja di sektor swasta menjadi konsultan, praktisi, perusahaan multinasional, perusahaan minyak dalam dan luar negeri, PNS, lembaga non profit, dan BUMN.
Dalam kesempatan tersebut Dekan FMIPA, Prof. Dr. Iman Rahayu,M.Si. menyampaikan apresiasi atas berbagai prestasi yang dihasilkan Prodi Geofisika.
“Saya sangat bangga dengan prestasi yang telah diperoleh Prodi Geofisika. Kita syukuri dengan usia yang ke-11 ini Geofisika mempunyai prestasi yang luar biasa dengan meningkatkan dan membangun geofisika yang lebih baik dan maju, dengan meningkatkan kualitas diri. Geofisika maupun fakultas bersama-sama mengejar amanah universitas sehingga Universitas Padjadjaran mendunia dan bermanfaat bagi masyarakat. Geofisika melakukan program unggulan dan program internasionalisasi dengan mengangkat potensi yang ada di Geofisika, kata Iman.
Dalam acara Dies Natalis ke-11 ini Prodi Geofisika juga menggelar orasi ilmiah oleh Guru Besar Prodi Geofisika, Prof.Dr.rer.nat Yudi Rosandi,M.Si dengan judul “Multiscale Modeling in Earth Sciences”.
Prof.Dr.rer.nat Yudi Rosandi mengatakan bahwa sebuah model dibangun untuk membantu kita lebih mengerti lebih dalam mengenai sistem nyata. Kalau model itu malah membuat kita rumit berarti ada yang salah. Model merupakan gambaran logis mengenai suatu sistem. Dalam sebuah model terdapat simplikasi, asumsi dan aproksimasi.
Sebagai penutup dalam orasi ilmiahnya Prof Yudi menyampaikan bahwa studi mengenai bumi itu multi skala, ukurannya dari nanometer sampai ribuan kilometer, waktunya antara pikodetik sampai jutaan tahun. Setiap metode memiliki keterbatasan algoritma dan mesin hitung.
Dalam acara tersebut juga disampaikan penghargaan kepada dosen yang telah berjasa merintis dan mengembangkan Prodi Geofisika dan penghargaan bagi mahasiswa berprestasi.




