FMIPA Unpad dan Yayasan WBC Luncurkan Program Digital Berbasis AI untuk Tingkatkan Kesehatan dan Gizi Anak

Bandung, 14 Juni 2026 — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan Yayasan Wiyata Bakti Cendekia (WBC) meluncurkan program pengabdian kepada masyarakat bertajuk Digital Application for a Healthy Golden Generation. Program ini merupakan upaya kolaboratif untuk meningkatkan kesehatan dan status gizi anak melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Peluncuran ini dibuka lamgsung oleh Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Ardila, S.H., M.Kn, dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Dr. Hj. Tuti Ruswati, S.Sos, M.Si , dan perwakilan dinas terkait Pemda Sumedang,  serta dari  pihak Universitas Padjadjaran dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan, Kaprodi dan Staf dosen Teknik Informatika FMIPA dan Kepala Pusat Pengabdian Pada Masyarakat   Universitas Padjadjaran , sera mitra dari Yayasan WBC

Sebanyak 150 anak  mengikuti pemeriksaan kesehatan dan gizi gratis yang diselenggarakan di Gedung Pusat Pembelajaran dan Pelayanan Bersama Sains (PPBS) Unpad pada Minggu (14/6). Kegiatan ini menjadi langkah konkret FMIPA Unpad dalam mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia melalui pendekatan yang mengintegrasikan kesehatan, nutrisi, pemberdayaan ekonomi keluarga, serta inovasi teknologi.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Ardila, S.H., M.Kn, yang hadir di Aula Gedung B PPBS FMIPA Unpad Jatinangor. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara FMIPA Unpad, Yayasan Wiyata Bakti Cendekia (WBC), serta berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan program. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat dapat bersinergi dalam upaya menghentikan laju stunting sejak dini melalui pendekatan yang inovatif dan berkelanjutan.

M. Fajar Ardila, S.H., M.Kn menilai pemanfaatan aplikasi digital dalam program pendampingan kesehatan dan gizi anak merupakan langkah strategis yang tidak hanya berfokus pada intervensi kesehatan, tetapi juga memperkuat sistem pemantauan berbasis data. “Kami sangat mengapresiasi kontribusi dunia pendidikan dan akademisi yang menyediakan data, riset, serta inovasi teknologi untuk mendukung percepatan penurunan stunting di Jawa Barat,” ujarnya saat membuka kegiatan secara resmi.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa program Digital Application for a Healthy Golden Generation merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga kesehatan keluarga dan mempersiapkan Generasi Emas Indonesia. Dukungan berbagai pemangku kepentingan, menurutnya, menjadi kunci penting dalam menghasilkan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Dekan FMIPA Unpad, Prof. Dr. Desi Herneti Putri Huspa, menyampaikan bahwa kegiatan ini didukung melalui hibah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Menurutnya, program tersebut merupakan wujud nyata hilirisasi hasil riset dan inovasi yang dikembangkan sivitas akademika FMIPA Unpad.

“Inti dari program ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan kesehatan keluarga, khususnya pada periode seribu hari pertama kehidupan anak. Fakultas sangat mendukung kegiatan ini karena merupakan implementasi langsung dari hasil riset yang dikembangkan di lingkungan Teknik Informatika FMIPA Unpad,” tuturnya.

Kepala Pusat Inovasi Pengajaran dan Pembelajaran (PIPP) Unpad, Dr. Intan Nurma Yulita, M.T , yang juga dosen  Program Studi Teknik Informatika FMIPA sebagai ketua penerima hibah yang beranggotakan beranggotakan Hana Rizmadewi Agustina, BSN., MN., Ph.D., RN  dan Dr. Insi Farisa Desy Arya, dr., Sp., KKLP., Subsp., FOMC., M.Si., menjelaskan bahwa program ini merupakan kolaborasi lintas disiplin yang melibatkan FMIPA, Fakultas Kedokteran, Fakultas Keperawatan, dan Yayasan WBC sebagai mitra strategis. Pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan pada Juni 2026 menjadi tahap awal dari rangkaian pendampingan selama enam bulan ke depan.

“Kami melakukan pemeriksaan awal pada Juni ini sebagai dasar pemantauan. Program ini didukung oleh sekitar 80 relawan yang sangat antusias, bahkan berasal dari berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.

Selama enam bulan ke depan, peserta akan dipantau secara berkala melalui aplikasi digital yang dikembangkan oleh tim Unpad. Sistem pemantauan menggunakan metode traffic light untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan dan status gizi anak secara lebih cepat dan tepat sasaran.

Melalui sistem tersebut, peserta dengan status merah akan mendapatkan intervensi langsung dari relawan, status kuning memperoleh dukungan nutrisi tambahan, sementara status hijau akan menerima edukasi lanjutan untuk mempertahankan kondisi kesehatannya.

Pada November 2026, tim pelaksana akan melakukan pemeriksaan akhir guna mengevaluasi efektivitas program serta mengukur perkembangan status kesehatan dan gizi peserta setelah mengikuti pendampingan selama enam bulan.

Tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, program ini juga menyasar peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga melalui pendampingan UMKM binaan yayasan. Selain itu, pemanfaatan teknologi AI dilakukan melalui kolaborasi dengan ASEAN Foundation dalam program ASEAN Innovation Mission (AIM) untuk mendukung proses pemantauan peserta dan memperkuat efektivitas intervensi yang diberikan.

Menurut Dr. Intan, permasalahan gizi anak tidak dapat dipisahkan dari kondisi sosial dan ekonomi keluarga. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan dalam program ini dirancang secara terintegrasi antara aspek kesehatan, teknologi, dan pemberdayaan ekonomi.

Meskipun mendapatkan respons positif dari masyarakat dan para relawan, pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain masih berkembangnya berbagai mitos terkait kesehatan anak di masyarakat serta keterbatasan sumber daya untuk memperluas jangkauan program.

Semoga program ini dapat berkembang menjadi model nasional pengabdian masyarakat berbasis riset yang holistik, terukur, dan berkelanjutan. Sebagai sebuah pilot project, program ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia untuk mendukung lahirnya generasi yang sehat, unggul, dan berdaya saing melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan secara bertanggung jawab.