

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Padjadjaran. Tim Unpad yang terdiri atas Dedat Prismantoro (S3 Bioteknologi), Thomas Jefferson (S2 Biologi), Malvin Albert (S2 Biologi), Hibar Abdillah (S1 Biologi), dan Livia Putri Shafina (S1 Biologi) berhasil meraih Henri de Laulanié Prize for Scalability and Agroecological Impact 2026, sebuah penghargaan internasional yang dianugerahkan oleh The Laudato Si’ Research Institute, Campion Hall, University of Oxford.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi tim dalam menghadirkan gagasan dan inovasi yang dinilai memiliki dampak agroekologis serta potensi pengembangan yang kuat. Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Padjadjaran, khususnya dari lingkungan FMIPA, mampu menunjukkan kualitas, kapasitas riset, serta daya saing di tingkat global.
Sebagai bagian dari penghargaan tersebut, tim Universitas Padjadjaran juga akan diundang sebagai pembicara dalam forum internasional Down to Earth Dialogues: Emerging Leaders in Agroecology. Selain itu, tim menerima hadiah sebesar £2.000 sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan gagasan dan kontribusi mereka di bidang agroekologi. Informasi pemenang penghargaan ini juga telah dipublikasikan oleh jaringan penyelenggara melalui laman resmi Integral Ecology Research Network (IERN).
Keberhasilan ini menjadi kabar gembira sekaligus kebanggaan bagi keluarga besar Universitas Padjadjaran, khususnya FMIPA. Prestasi tersebut diharapkan dapat semakin mengharumkan nama Unpad di kancah internasional serta menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan berkontribusi melalui riset yang berdampak bagi masyarakat dan lingkungan.
Informasi selengkapnya mengenai penghargaan ini dapat dilihat melalui tautan berikut:
https://iern.org/the-henri-de-laulanie-prize-winners/




