Seminar Nasional Statistika dan Aktuaria V 2026 Dorong Penguatan Ketahanan Finansial Indonesia di Tengah Risiko Bencana dan Krisis Iklim

Departemen Statistika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Padjadjaran kembali menyelenggarakan Seminar Nasional Statistika dan Aktuaria V (SNSA V) Tahun 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan yang mengusung tema “Memperkuat Ketahanan Finansial Indonesia di Tengah Risiko Bencana dan Krisis Iklim” ini menjadi forum ilmiah yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, serta berbagai pemangku kepentingan untuk membahas peran statistika dan aktuaria dalam menghadapi tantangan masa depan.

Seminar yang dilaksanakan pada 6 Juni 2026 pukul 08.00 WIB menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Heddy Agus Pritasa, Direktur Teknik PT Reasuransi Nasional Indonesia, dan Rana Amani Desenaldo, Ph.D., akademisi bidang Financial Mathematics (Statistics & Non-Life Insurance) dari RPTU. Kehadiran kedua pembicara diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai pengelolaan risiko, ketahanan finansial, serta strategi mitigasi dampak bencana dan perubahan iklim.

Selain seminar, SNSA V juga membuka kesempatan bagi peneliti dan akademisi untuk mempresentasikan hasil penelitian melalui program Call for Paper. Bidang makalah yang diterima meliputi aktuaria, statistika, matematika, dan bidang lain yang relevan dengan tema seminar. Makalah yang lolos seleksi akan dipublikasikan dalam prosiding nasional ber-ISSN dan jurnal ilmiah terkait.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FMIPA Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Diah Chaerani, M.Si., yang mewakili Dekan FMIPA Universitas Padjadjaran.

Dalam sambutannya, Prof. Diah Chaerani menyampaikan bahwa tema SNSA V sangat relevan dengan kondisi Indonesia saat ini yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap berbagai bencana alam dan dampak perubahan iklim. Menurutnya, risiko tersebut tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan dan sosial, tetapi juga berpengaruh besar terhadap stabilitas ekonomi dan ketahanan finansial masyarakat maupun pemerintah.

Beliau menekankan bahwa penguatan ketahanan finansial memerlukan pendekatan berbasis data, analisis risiko yang komprehensif, serta dukungan hasil penelitian yang berkualitas. Dalam hal ini, ilmu statistika berperan dalam memahami pola, mengukur ketidakpastian, dan menyediakan dasar ilmiah bagi pengambilan keputusan. Sementara itu, ilmu aktuaria berkontribusi dalam pengelolaan risiko, pengembangan sistem asuransi, perlindungan sosial, dan pembiayaan bencana yang berkelanjutan.

Prof. Diah juga mengapresiasi penyelenggaraan SNSA V sebagai wadah kolaborasi antara akademisi, peneliti, mahasiswa, industri, dan pemerintah. Ia berharap seminar ini dapat menghasilkan gagasan inovatif, memperkuat jejaring penelitian, serta mendorong pemanfaatan hasil riset untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan forum ini sebagai sarana bertukar pengetahuan, berdiskusi secara aktif, dan membangun kerja sama yang produktif dalam mencari solusi berbasis data dan ilmu pengetahuan guna menghadapi berbagai risiko di masa depan.

Penyelenggaraan SNSA V menunjukkan komitmen FMIPA Universitas Padjadjaran dalam mendukung pengembangan ilmu statistika dan aktuaria yang mampu menjawab tantangan nasional maupun global. Seminar ini diharapkan tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi yang menghasilkan rekomendasi dan inovasi untuk memperkuat ketahanan finansial Indonesia di tengah meningkatnya risiko bencana dan krisis iklim.

Dengan terselenggaranya SNSA V Tahun 2026, Universitas Padjadjaran kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pencarian solusi terhadap berbagai persoalan strategis bangsa.