
Mahasiswa Program Studi S-1 Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran kembali menorehkan prestasi pada ajang Mathematical Analysis & Geometry Day (MaG-D) ITB 2026. Pada kompetisi tingkat nasional tersebut, Muhammad Novrizal Akmal meraih medali emas, I Made Citta Candra Dewa meraih medali perak, dan Muhammad Rizky Darmawan meraih medali perunggu pada kategori individu.
MaG-D merupakan kompetisi matematika tingkat nasional yang menguji kemampuan mahasiswa dalam bidang analisis dan geometri. Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mengikuti kompetisi ini melalui beberapa tahapan seleksi sebelum memasuki babak final.
Prestasi yang diraih Akmal, Made, dan Rizky menunjukkan kemampuan mahasiswa Matematika Unpad dalam bersaing di tingkat nasional. Masing-masing peserta memiliki latar belakang dan pengalaman yang berbeda, tetapi ketiganya menunjukkan semangat yang sama dalam mengembangkan kemampuan akademik melalui kompetisi.
Akmal mulai tertarik pada matematika sejak awal masa perkuliahan dan terus mendalami bidang tersebut, khususnya analisis. Sedangkan, Made mulai menyukai matematika sejak duduk di bangku SMP dan semakin mendalaminya selama masa pandemi COVID-19. Di sisi lain, Rizky memiliki ketertarikan pada matematika, pemrograman, dan komputasi yang mendorongnya untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan akademik.

“Awal semester satu jadi tertarik dan dari ketertarikan itu jadi pengen belajar lebih jauh, dan dari belajar lebih jauh jadi makin tertarik juga,” ujar Akmal.
Persiapan Menghadapi MaG-D ITB 2026
Dalam menghadapi MaG-D ITB 2026, ketiga mahasiswa mempersiapkan diri dengan cara yang berbeda. Akmal memanfaatkan pengalamannya sebagai peserta MaG-D pada tahun-tahun sebelumnya dengan meninjau kembali materi dan mengerjakan soal-soal kompetisi terdahulu. Menurutnya, konsistensi belajar menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap keberhasilannya dalam kompetisi.
“Faktor yang paling berpengaruh kalau menurut aku mungkin cara belajar yang konsisten dari awal semester aja, karena itu ngebuat aku benar-benar paham konsep materinya sejak awal sehingga ketika mau lomba nggak perlu belajar ulang dan cukup nambah latihan soal aja,” jelasnya.

Made mempersiapkan diri dengan mempelajari silabus kompetisi, mengikuti pembinaan, dan mengerjakan berbagai variasi soal latihan. Ia juga memanfaatkan arsip soal yang dihimpun oleh mahasiswa tingkat atas untuk memperdalam pemahamannya terhadap materi yang diujikan.
Sementara itu, Rizky menekankan pentingnya konsistensi dalam belajar dan mengikuti kompetisi. Menurutnya, kebiasaan memperhatikan materi perkuliahan dan berlatih secara berkelanjutan membantu peserta lebih siap menghadapi berbagai tipe soal.
“Persiapan yang dilakukan sebenernya ga banyak, tapi konsisten aja, jadi kalau dari dulu ikut lomba sama merhatiin kelas terus nanti juga kebiasa sama alur lombanya,” ujarnya.
Pengalaman dan Pembelajaran dari MaG-D ITB 2026
Selama kompetisi berlangsung, para peserta menghadapi tantangan yang berbeda-beda. Akmal mengaku sempat menemukan konsep matematika baru pada salah satu soal semifinal. Sementara itu, Made menilai kesiapan diri menjadi faktor utama dalam menghadapi perlombaan.
“Bukan lombanya yang susah, tapi seberapa besar persiapan kita sebagai peserta lombanya. Itu semua balik lagi ke diri kita sendiri, apakah sudah mempersiapkan dengan matang atau tidak,” ungkap Made.

Bagi Rizky, penguasaan materi perlu berjalan beriringan dengan kesiapan mental. Menurutnya, kemampuan mengelola tekanan saat kompetisi menjadi salah satu faktor penting yang menentukan performa peserta.
“Kalau mentalnya ga kuat, biasanya banyak yang blank saat lomba walaupun materinya udah dipelajari,” tuturnya.
Selain mengikuti kompetisi, para peserta juga memperoleh pengalaman baru melalui kuliah umum dan kesempatan berdiskusi dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di
Indonesia. Pengalaman tersebut menjadi sarana untuk memperluas wawasan sekaligus membangun relasi akademik dengan peserta dari berbagai daerah.
Keberhasilan meraih medali emas, perak, dan perunggu pada MaG-D ITB 2026 menjadi motivasi bagi ketiga mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan akademiknya. Mereka berharap dapat mengikuti lebih banyak kompetisi di masa mendatang serta terus mengharumkan nama Universitas Padjadjaran di tingkat nasional.
Sebagai penutup, Rizky berpesan kepada mahasiswa agar tetap rendah hati dan terus berusaha mengembangkan kemampuan diri.
“Be humble, jangan sombong sama pencapaian. Banyak orang yang jauh lebih hebat dari kita. Selain itu, kerja keras nggak pernah bohong. Kalau dibohongin sama kerja keras, berarti kerjanya masih harus lebih keras lagi,” tutupnya.
Zahra Ardea Oktaviola
210310250010




