Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Padjadjaran dengan bangga mengumumkan bahwa Tim MetaBand, yang diketuai oleh Melsya Meira Syalsabilla (Fakultas Keperawatan) bersama anggota Fahra Dina Qoyyimah (Fakultas Keperawatan), Amar Jamaludin (Teknik Elektro, FMIPA), Naufal Nuha Fahreza (Teknik Elektro, FMIPA), dan Maris Lumban Gaol (Ilmu Sejarah, FIB) serta dibimbing oleh Dr. Irkham, M.Sc. (Departemen Kimia, FMIPA), resmi menjadi finalis PIMNAS ke-38 Tahun 2025 dengan inovasi alat kesehatan non-invasif yang menjawab tantangan penting terkait meningkatnya prevalensi sindrom metabolik di Indonesia. Melihat fakta bahwa 39% masyarakat Indonesia berpotensi mengalami sindrom metabolik dan sebagian besar tidak menyadarinya, tim ini menghadirkan ide kreatif berupa wearable device yang mampu memantau kondisi tubuh secara praktis tanpa rasa sakit. Hasil gagasan tersebut diwujudkan dalam bentuk smartband MetaBand, sebuah perangkat kesehatan yang dapat mengukur tiga dari lima parameter utama sindrom metabolik sekaligus, yaitu kolesterol, glukosa, dan tekanan darah, melalui pemanfaatan teknologi Near-Infrared Spectroscopy (NIRS) yang dirancang agar mampu mendeteksi perubahan komponen biologis melalui pola penyerapan cahaya inframerah dekat.
Dalam proses pengembangannya, landasan ilmiah dan dukungan teknis dari FMIPA berperan signifikan, mulai dari perancangan sistem elektronik, pemilihan sensor optik, penyusunan algoritma pengolahan sinyal, hingga optimasi metode kalibrasi yang menghasilkan nilai akurasi yang sangat impresif yakni 96,35% untuk kolesterol, 96,87% untuk glukosa, serta 90,10% dan 87,93% untuk tekanan darah sistolik dan diastolik, mendekati performa alat kesehatan komersial yang umum digunakan di fasilitas medis. MetaBand tidak hanya unggul dari sisi ilmiah, namun juga memiliki keunggulan praktis berkat integrasi Internet of Things (IoT) yang memungkinkan data hasil pengukuran otomatis terkirim dan tersimpan ke aplikasi smartphone, sehingga pengguna dapat memantau tren kesehatan harian, memahami risiko sindrom metabolik secara lebih dini, dan menerima visualisasi data yang lebih mudah dipahami. Pendekatan ini menjadikan MetaBand sebagai perangkat yang tidak hanya akurat dan presisi, tetapi juga dekat dengan keseharian masyarakat modern yang membutuhkan solusi kesehatan cepat, praktis, dan personal. Keberhasilan tim ini mencerminkan kualitas kolaborasi lintas fakultas Unpad yang harmonis serta menegaskan peran FMIPA sebagai pusat pengembangan sains dan teknologi yang mampu memperkuat inovasi mahasiswa hingga mencapai tingkat nasional. Pencapaian ini diharapkan menjadi langkah awal bagi MetaBand menuju pengembangan lanjutan, validasi klinis yang lebih luas, dan potensi hilirisasi agar dapat dimanfaatkan secara nyata untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia.






